Senin, 26 Desember 2011

Sukses Bekerja di Rumah

Sukses Bekerja di Rumah Print E-mail
Dari hari ke hari semakin banyak ibu yang bekerja di rumah.  Fenomena ini memang lebih jelas terlihat peningkatannya di negara-negara maju. 

Tapi jangan salah! di Indonesia pun semakin banyak ibu berpendidikan tinggi yang memilih untuk bekerja di rumah. Simak selanjutnya tentang kiat sukses bekerja dirumah
Alasan yang paling mendasari ibu memilih opsi ini adalah tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyaksikan sendiri tumbuh kembang anak-anaknya.  Keuntungan lainnya dengan bekerja di rumah adalah tak perlu menghabiskan waktu dengan bermacet-macet untuk ke kantor.

Mungkin bagi sebagian ibu konsep bekerja di rumah ini adalah konsep yang ideal.  Bisa mengawasi anak-anak dan rumah tangga secara langsung, sekaligus menghasilkan uang.  Akan tetapi, sesungguhnya bekerja dari rumah juga menuntut tanggung jawab besar dan butuh komitmen yang tinggi.

Kunci untuk sukses bekerja di rumah sebenarnya hanya dua, yaitu kemampuan manajemen dan membuat prioritas.  Kalau tidak direncanakan dengan baik, prakteknya bisa berantakan.  Dengan strategi yang baik dan didukung sikap yang positif, Anda akan mampu bekerja dengan sangkil (efektif).

1. Be Realistic!
 




 
Salah satu ‘enaknya’ bekerja di rumah adalah Anda bisa bekerja sambil memakai daster atau berkaos oblong kesayangan (yang warnanya sudah super bluwek!!) plus celana pendek.  Tapi ketika sedang bernegosiasi dengan klien, Anda toh tetap harus professional.  Kenakan pakaian yang rapi dan pantas ketika bertemu dengan klien.  Dan jangan lupa untuk menyediakan kartu nama.  Ini penting! Agar klien (terlebih dengan calon klien) yakin bahwa meski dikerjakan di rumah, bisnis Anda ini serius.
 



 
Sebagian besar masyarakat kita mungkin belum memandang home-based business sama seperti mereka memandang bisnis pada umumnya.  Tak perlu berkecil hati.  Justru di bisnis ‘rumahan’ ini Anda bisa memberikan keunggulan atau nilai tambah kepada pelanggan.  Seperti memberikan sentuhan personal di setiap jasa yang Anda berikan ke pelanggan dan menanggapi dengan cepat setiap keluhan maupun permintaan dari pelanggan.
 


 
Sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah, Anda harus tahu apa sebenarnya tujuan dan keinginan Anda.  Anda juga harus menyadari bahwa dengan bekerja di rumah, jumlah uang yang Anda hasilkan mungkin akan lebih sedikit daripada orang yang bekerja kantoran, karena ‘aturan main’ keduanya juga berbeda.
 


 
Lebih realistis lah dalam menetapkan target.  Anda bukan hanya menjalankan bisnis, tetapi pada saat yang sama juga ada rumah tangga (beserta anak-anak) yang harus diurus.  Keduanya berada pada lokasi yang sama pula.  Anda dituntut untuk disiplin dan fokus terhadap apa yang Anda lakukan.  Tetapi juga tak perlu memaksakan diri menjadi Super Mom.

2.  Ciptakan Suasana Kerja Agar Anda Lebih Bersemangat
 
Pastikan perlengkapan kerja Anda hanya digunakan oleh Anda sendiri.  Sebaiknya jangan berbagi dengan suami ataupun anak-anak.
 

 
Atur dan simpan dengan rapi semua dokumen dan lembaran-lembaran kertas yang berhubungan dengan pekerjaan Anda. Pastikan semua kertas-kertas tersebut hanya berada di ‘kantor’ atau ruang kerja Anda, jangan diletakkan di tempat/ruangan lain.
 

 
Sempatkan untuk membaca berbagai kisah sukses para wirausahawan atau buku-buku tentang pengembangan diri, untuk meningkatkan motivasi Anda dan memperoleh tips-tips yang sekiranya bermanfaat bagi usaha Anda.

3. Mengatur Waktu Sebaik Mungkin
 

 
Atur pekerjaan rumah tangga dengan baik agar Anda dapat ‘menghemat’ waktu. Misalnya, masak makanan dalam jumlah yang cukup untuk dua kali waktu makan (makan siang dan makan malam).
 

 
Berusahalah untuk menetapkan ‘jam kerja’ dan cobalah untuk mengikutinya sedisiplin mungkin.  Tapi Anda juga tak perlu terlalu kaku dengan ‘jam kerja’ tersebut.  Bila siang ini anak-anak tengah sangat membutuhkan Anda, mereka lah prioritas Anda.
 
Buat to do list harian baik untuk keperluan bisnis maupun rumah tangga.  Ini untuk memudahkan Anda mengatur waktu secara terstruktur.
 


 
Tidak ada salahnya menginvestasikan uang di peralatan elektronik yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga.  Misalnya, mesin cuci otomatis sekaligus pengering.  Memang lebih mahal.  Tapi kalau itu bisa menghemat waktu, sehingga Anda punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan uang, mengapa tidak?
 


 
Salah satu kunci keberhasilan bekerja di rumah adalah time management skill.  Contohnya, belanja keperluan rumah tangga dijadwalkan pada hari dimana anak Anda les.  Setelah mengantar anak ke tempat lesnya, Anda langsung menuju toko swalayan.  Sekali keluar rumah, dua pekerjaan terselesaikan!

4.  Libatkan Keluarga
 

 
Dorong suami dan anak-anak (jika mereka sudah cukup besar) untuk membantu beberapa pekerjaan rumah tangga.  Selain mengajarkan anak untuk bisa mandiri, ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kerjasama antar anggota keluarga.
 

 
Jika anak Anda sudah cukup besar, ajari ia untuk menjawab telepon dengan sopan dan lugas.  Atau jika Anda memiliki anak-anak usia balita, sebaiknya letakkan telepon di tempat yang tak terjangkau oleh mereka.
 

 
Berdiskusi dengan suami tentang berbagai hal yang berhubungan dengan dunia usaha.  Selain bermanfaat untuk menambah wawasan, biasanya orang cenderung lebih senang memperoleh pendapat kedua dari orang yang ia percaya.

Pada dasarnya untuk membuat konsep bekerja di rumah ini berjalan lancar,  Anda harus menguasai ilmu tarik-ulur.  Dan itu akan Anda kuasai seiring dengan berjalannya waktu.  Yang paling penting adalah, selalu bersyukur atas apa yang telah Anda capai atau peroleh setiap harinya.  Bermain bersama batita Anda juga sama pentingnya dengan keberhasilan Anda bernegosiasi dengan klien. Jangan lupa, bahwa alasan Anda untuk bekerja di rumah adalah agar lebih dekat dengan si kecil, bukan?. (EG)
http://ibudananak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=140&Itemid=9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar