Senin, 26 Desember 2011

Yuk, Membuka Usaha Sendiri


Yuk, Membuka Usaha Sendiri
Mungkin Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda dapatkan. Atau mungkin Anda masih punya waktu luang di luar pekerjaan utama? Bila Anda merasakan hal itu, mungkin Anda mulai berpikir membuka usaha sendiri di luar pekerjaan utama.
Kita biasa menyebut usaha ini sebagai usaha sampingan. Kalau sekarang Anda ikut mencari penghasilan dalam keluarga, berarti Anda punya dua sumber penghasilan.
Jika usaha ini makin lama makin tumbuh besar, Anda bisa memilih untuk konsentrasi di usaha Anda sendiri atau menyerahkan pengelolaan pada orang lain. Sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk diri Anda sendiri, sementara pemasukan terus berjalan. Jadi, usaha sendiri bisa memberikan Anda kebebasan waktu dan uang. Enak kan? Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain.
Tetapi merintis usaha sendiri tidak segampang itu. Awalnya, Anda harus terlibat penuh dalam usaha tersebut. Anda harus merancang sistemnya, mengatur siapa saja orang-orang yang akan membantu, bagaimana usaha itu bisa berjalan, bagaimana memasarkan, dan lain sebagainya.
Bahkan boleh dibilang, pada awal membuka usaha sendiri membutuhkan usaha yang lebih keras dibanding bila Anda bekerja pada orang lain. Tetapi jika usaha itu sudah mulai berjalan dengan baik, Anda pelan-pelan bisa mulai meninggalkannya dan membiarkan usaha tersebut berjalan dengan sendirinya.
BILA INGIN MEMBUKA USAHA SENDIRI
Sekarang, apa sih yang harus Anda perhatikan kalau ingin membuka usaha sendiri?

1. Bidang Usaha
Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Atau apakah Anda ingin membuka toko aksesoris seperti Tini, atau justru ingin membuka sebuah butik? Bagaimana kalau toko suvenir yang menjual pernik-pernik lucu seperti gelas-gelas lucu atau semacamnya? Bisa juga kan? Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:
Bidang usaha yang jarang atau belum ada.
Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah. Nyatanya Aqua sukses besar.
Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan
Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak wanita yang ragu untuk membuka butik, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.
Sebenarnya, walau butik Anda baru berdiri, tapi kalau baju-baju yang Anda jual mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, walau usaha ini banyak pesaingnya, maka peluang berhasil tetap terbuka.
Butik BIG milik seorang artis bernama Hughes misalnya, cukup laku juga tuh. Itu karena butik itu memiliki spesialisasi khusus, yaitu hanya menjual baju yang diperuntukkan bagi wanita yang memiliki berat badan ekstra.

2. Lokasi
Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko? Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha Anda. Sekali lagi, lokasi memegang peranan yang sangat penting.

3. Pelanggan
Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan meye-barkannya dari rumah ke rumah?
Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di internet? Internet terbukti merupakan media yang ampuh dalam menjaring pembeli, walaupun mungkin tidak semuanya.
Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederha na sekali.
4. Tenaga Kerja
Berapa orang yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu. Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan.
Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya), atau mungkin suami Anda. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.

5. Perencanaan Keuangan
Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama 12 bulan ke depan.
Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai.
Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu "baik" dalam menjalankan usahanya, seperti:
- Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
- Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
- Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
- Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan.
Karena itu, hindari hal-hal seperti itu. Pengusaha yang baik tidak berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dan jasa yang dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri.
Terakhir, yang paling penting, ada satu hal yang harus ada di benak Anda sebelum memulai usaha sendiri, yaitu: SIAP UNTUK GAGAL. Rencanakan keberhasilan Anda, tetapi bersiaplah untuk gagal. Sehingga apabila Anda betul-betul gagal, Anda tidak akan down, dan

Tips Membuat Toko Online (Web Store)

Tips Membuat Toko Online (Web Store)
Sekarang ini, untuk berjualan tidak perlu punya toko. Lewat dunia maya pun Anda bisa menjajakan produk Anda. Bahkan, toko online punya banyak kelebihan. Sudah murah, calon pembeli pun bisa datang dari mana saja. Inilah tips membuat toko online agar memikat pelanggan.
1. MEMILIH TEMPAT:
A. Gratisan
Ada beberapa tempat yang menyediakan fasilitas gratisan seperti blogger.com (blogspot), multiply.com, wordpress.com . Pada awalnya fasilitas gratis ini adalah tempat kegiatan blogging pada umumnya seperti berbagi cerita dan foto. Namun, dalam perjalanannya dimanfaatkan untuk kegiatan jualan. Memakai fasilitas ini cenderung mudah, bahkan sudah tersedia template tampilan yang lumayan banyak dan menarik.
B. Berbayar
Kini sudah banyak penyedia layanan toko online dengan sewa mulai Rp 750.000 per tahun dan bisa diperpanjang lagi. Harga tersebut sudah termasuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun serta pelatihan maintenance .
Dengan memakai layanan ini toko online kita lebih serius dengan memakai alamat dan tampilan sesuai yang kita inginkan.
2. MEMILIH NAMA
Pilihlah nama domain dengan kata kunci yang gampang diingat dari jualan toko online anda. Dengan memakai kata kunci ini toko online kita gampang ditemui oleh pengunjung melalui mesin pencari (search engine ). Misalnya saja Anda menawarkan produk tas sekolah, pilih saja nama www.tassekolah.com.
3. BUATLAH ATURAN
Buatlah aturan dan tata cara belanja secara jelas dan mudah dipahami oleh calon pembeli seperti aturan pemesanan, pembayaran, dan pengiriman.
4. PASANG ALAMAT
Pasanglah alamat Anda, e-mail , dan nomor telepon yang bisa dihubungi dengan jelas. Bila perlu pasang foto Anda untuk lebih meyakinkan.
5. DAFTAR INTERNET BANKING
Pilihlah rekening bank yang memiliki jaringan nasional dan daftarkan rekening pembayaran toko Anda dengan fasilitas internet banking untuk memudahkan kontrol pembayaran dari pembeli produk Anda.
6. PENGIRIMAN
Kemas barang pesanan dengan memperhatikan segi keamananan. Pastikan barang tidak rusak sampai tujuan. Pilihlah jasa pengiriman yang terpercaya dan murah. Simpan nota/resi pengiriman untuk kontrol pengiriman.
CARA MENINGKATKAN PENGUNJUNG & PEMBELI
1. Lakukan promosi online melalui media-media iklan baris baik yang gratis maupun berbayar.
2. Bertukar link banner dengan sesama toko online .
3. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas online .
4. Lakukan promosi offline dengan memanfaatkan kendaraan Anda atau teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama, hadiah/souvenir, dll. dengan memasang nama toko online Anda.
5. Berikan pengetahuan produk serta deskripsi produk dengan detail, jelas dan meyakinkan pengunjung untuk membeli. Tampilkan foto-foto produk semenarik mungkin.
6. Berikan penawaran-penawaran yang fantastik seperti potongan harga, hadiah, dll.
Ahmad Sarifudin
http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Tips-Membuat-Toko-Online-Web-Store

Pilih Karier Atau Wirausaha?

Pilih Karier Atau Wirausaha?
Berkarier atau wirausaha adalah 2 pilihan yang layak dijalani saat ini. Namun sebaiknya, tetapkan berdasarkan kemampuan agar tak mengorbankan kehidupan dan masa depan.
Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Salah satunya, tentang bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? Dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun atau memiliki usaha sendiri yang cukup menghidupi.
Namun adakalanya, tidak perlu menunggu hari tua untuk memulai usaha sendiri. Beberapa orang memutuskan untuk memiliki usaha sendiri ketika masih di usia produktif. Mana yang lebih tepat?
Berikut kiat dari Eko Endarto RFA, perencana keuangan dari Finansial Consulting, agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karir dan memulai usaha sendiri.
Baca Peluang
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha, bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang bagus untuk masa depan kita?
Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.
Cara terbaik mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang bisa memberikan prospek yang bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apapun pilihannya takkan jadi masalah.
Fokus pada Tujuan
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut, selalu ada saat yang bagus namun ada juga yang tidak bagus.
Apabila datang masa yang sulit, cobalah ingat kembali jika salah satu alasan memilih berwirausaha, karena prospeknya ke depan kita nilai lebih menjanjikan. Paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.
Hal penting lain yang patut dicatat, selalu fokus pada tujuan di masa depan. Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan. Apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan di depan.
Bisa Kapan Saja
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Apakah ketika masih di usia produktif, maupun ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, mengapa tidak? Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, namun juga memberikan aktualisasi diri.
Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik. Ingat, wirausaha adalah sebuah proses, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan. Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan keberhasilan itu datang tidak dapat diprediksi. Bisa cepat, bisa juga lambat. Tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.
Asuransi Usaha
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Dan, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi, atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi.
Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan, namun aset usaha sangat bisa diasuransikan.
Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya, masih bisa diasuransikan. Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, dapat dihitung berapa besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha.
Kesungguhan dan Disiplin
Sebelum memulai berwirausaha, pastinya akan ada pertanyaan besar yang mengganjal: “Berapa besar modal yang harus dikumpulkan untuk bisa memulai usaha baru?”
Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.
Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100 ribu pun sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.
Tapi, dengan dana Rp 100 juta, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya. Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.
Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 20 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi di masa depan.
http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Pilih-Karier-Atau-Wirausaha

Modal Untuk Usaha Jasa

Modal Untuk Usaha Jasa
Saya seorang karyawati berusia 30 tahun dan masih lajang. Penghasilan saya setiap bulan rata-rata sekitar Rp 3,3 juta. Gaji segitu habis untuk cicilan rumah Rp 800 ribu dan kebutuhan sehari-hari.
Tak ada yang bisa ditabung. Saya memang punya simpanan di bank, tetapi bukan sisa gaji, melainkan pemberian orang tua.
Enggak tahu kenapa, enam bulan terakhir ini saya, kok , kepengen sekali buka usaha. Saya ingin buka usaha jasa pengurusan dokumen-dokumen penting seperti SIM, STNK, Paspor dan semacamnya. Setelah dihitung, saya perlu biaya sekitar Rp 32 juta untuk renovasi rumah.
Kebetulan ada orang bank yang menawari kredit. Jaminannya, mobil saya. Sekarang saya lagi pikir-pikir untuk mengambil saja pinjaman tersebut karena dana hanya Rp 13 juta. Bagaimana menurut Pak Safir?
R - Jakarta
Halo Mbak R di Jakarta,
Walah, Anda, nih, unik, lo. Enggak pernah nabung, tapi kepengen buka usaha. Padahal untuk buka usaha itu seringkali butuh modal yang salah satu caranya bisa disiapkan dengan cara menabung. Ya, kan? Hehe. Tapi enggak apa-apa, kok. Yang penting Anda sudah punya niat. Sekarang tinggal cari uang untuk modalnya. Ya, toh?
Sebetulnya Anda bisa-bisa saja ambil kredit di bank untuk modal usaha Anda. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Anda mengembalikan.
Banyak di antara kita, jika ingin meminjam uang pikiran tertuju pada bagaimana mendapatkan pinjaman. Masalah mengembalikan pinjaman belakangan baru dipikirkan. Ini tentu tidak baik karena justru cara berpikir seperti inilah yang seringkali membuat banyak sekali kredit macet yang ada di luar sana. Karena itu, sekarang saya akan mengajak Anda untuk memikirkan bagaimana cara mengembalikan uang tersebut.
Oke, kalau Anda mengambil kredit, maka pengembalian yang Anda lakukan adalah dengan mencicil pokok dan bunga sampai jangka waktu tertentu. Jadi yang penting di sini sebetulnya adalah bagaimana caranya agar selama jangka waktu pengembalian Anda bisa lancar dalam membayar cicilannya. Betul? Nah, karena itu, sebelum Anda mengambil pinjaman ke bank, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Apa saja?
Berapa yang Anda butuhkan. Iyalah, kalau kebutuhan modal Anda Rp 32 juta, berapa yang akan Anda siapkan dari kantong Anda sendiri? Dari situ, bisa diketahui berapa yang Anda pinjam dari bank. Ingat lo, biasanya semakin banyak yang Anda pinjam, akan semakin besar pula cicilannya setiap bulan. Dan semakin besar cicilan Anda setiap bulan, semakin berkurang juga keuntungan Anda.
Bagaimana Anda akan membayar cicilan setiap bulannya. Oke, mari kita hitung bagaimana Anda akan membayar cicilan setiap bulannya. Dari gaji Anda Rp 3,3 juta, sekitar Rp 800 ribu sudah dipakai untuk bayar cicilan rumah. Sisa Rp 2,5 jt. Ini seperti yang Anda bilang selalu habis. Nah, kalau Anda harus mencicil lagi, ini berarti Anda harus mengambilnya dari Rp 2,5 juta Anda. Sekarang, Anda rela nggak Rp 2,5 juta Anda berkurang untuk bayar cicilan? Walah walah, wong selama ini saja sisa uang Rp 2,5 juta itu habis. Nggak apa-apa sih kalau Anda gunakan sebagian untuk bayar cicilan, cuma berarti Anda harus rela mengurangi sedikit pengeluaran Anda.
Jumlah Cicilan yang Anda Bayar. Berulangkali saya katakan bahwa kalau Anda membayar cicilan dari kredit apa saja, usahakan agar jumlahnya tidak melebihi dari 30 persen penghasilan rutin Anda. Nah, kalau gaji Anda Rp 3,3 juta, maka total cicilan bulanan Anda sebaiknya tidak lebih dari Rp 1,1 juta per bulan. Itu total lo, Mbak. Sekarang, cicilan rumah Anda saja sudah Rp 800 ribu. Ini berarti, batas penghasilan yang masih bisa Anda gunakan untuk membayar cicilan hanya Rp 300 ribu per bulan. Mau enggak ya banknya? Bisa enggak ya kita bayar cicilan sejumlah itu ke bank? Terlalu kecil enggak? Bagaimana kalau Anda mengambil yang jangka waktunya paling panjang?
Dari kondisi itu, saya tidak menyarankan Mbak mengambil pinjaman sebesar Rp 32 juta. Jangankan Anda, banknya pun belum tentu mau kalau Anda sendiri tidak ikut menyertakan uang Anda disitu sebagai uang muka. Saya, kok, lebih menyarankan Anda untuk jalan saja dulu dengan dana yang ada sekarang, yaitu sebesar Rp 13 juta atau kurang.
Apalagi Mbak, akan membuka usaha jasa yang tidak memerlukan modal besar. Usul saya, tunda dulu renovasi rumah. Biarkan bisnis Anda jalan terlebih dulu dengan segala keterbatasannya. Nanti deh kalau usaha sudah lebih berkembang, Anda bisa melakukan renovasi. Bukan begitu?

 http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Modal-Untuk-Usaha-Jasa

Bekerja Di Rumah, Mengapa Tidak? (2)


6. Fleksibilitas
Ada perusahaan yang meminta pegawainya bekerja sesuai jam kerja yang sudah ditentukan, tetapi ada juga yang lebih fleksibel dan mau menerima jam kerja yang Anda tawarkan, sebagai freelancer. Anda yang harus menentukan, tipe jam kerja seperti apa yang cocok bagi Anda. Pertimbangkan yang terbaik bagi Anda.
7. Penitipan Anak
Banyak kaum ibu ingin bekerja di rumah agar dapat memperhatikan anak sehingga tak perlu menitipkan anaknya di tempat penitipan anak. Padahal, bekerja di rumah dengan anak yang masih balita tidaklah mudah, karena perhatian Anda akan terbagi antara pekerjaan dan anak. Tetapi semuanya tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan. Semakin besar usia anak, semakin mudah bagi Anda untuk bekerja di rumah.
8. Pilih Pekerjaan Yang Disukai
Hal ini sangat penting! Mungkin saat ini Anda merasa tak penting dengan jenis pekerjaan, sejauh mendapatkan uang. Percayalah, hal ini tak akan bertahan lama. Untuk bekerja di rumah, yang Anda perlukan adalah selalu memiliki motivasi dan disiplin diri yang besar, ditambah jenis pekerjaan yang Anda sukai!
Anda harus menyadari, termasuk tipe bagaimanakah Anda untuk tipe pekerjaan yang cocok. Apakah Anda kreatif atau pekerja keras? Cari tahu visi Anda tentang bekerja di rumah dan temukan pekerjaan yang sesuai.
9. Apakah Memang Ingin "Bekerja"?
Bila seseorang mengatakan ingin bekerja di rumah, berarti ia tak menginginkan pekerjaan tetap dan tak mau terikat. Yang mereka inginkan adalah kebebasan untuk mengatur jadwal dan jam kerja, serta melakukan pekerjaan yang memang disukai.
Tentu saja tak ada yang tak mungkin. Demikian pula dalam menemukan jenis pekerjaan seperti yang diinginkan. Namun, hal ini tak semudah yang dibayangkan. Pertimbangkan untuk memulai usaha sendiri dengan memusatkan talenta dan kemampuan. Bila pengetahuan Anda mengenai wiraswasta belum memadai, mulailah dalami. Anda bisa tnemukan sumbernya dari internet, buku, seminar, atau orang yang berpengalaman.
Tanpa melihat jenis pekerjaan yang Anda tentukan, yang harus dipahami, bekerja di rumah tidaklah semudah yang dibayangkan dan juga sangat menantang. Tetapi, banyak yang telah melakukannya mengatakan, bekerja di rumah cukup menyenangkan. Nah, bila artikel ini memberi kesan bekerja di rumah mungkin tak cocok bagi Anda, jangan lupa bila Anda bisa saja berubah pikiran.
Bila tak terlalu termotivasi, sebaiknya pelajari dan cari tahu apa sebabnya. Berikan tantangan pada diri sendiri setiap hari dan perkuat disiplin diri. Bila kemauan cukup kuat, yakinlah Anda pasti dapat merealisasikannya. Jangan pernah menyerah pada impian Anda!
Aline

Bekerja Di Rumah, Mengapa Tidak? (1)

Bekerja Di Rumah, Mengapa Tidak? (1)
Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk mulai bekerja di rumah. Pertimbangan apa sajakah itu?
Bila mulai berpikir untuk bekerja di rumah, ada baiknya Anda memiliki konsep bagus tentang bagaimana sebaiknya bekerja di rumah. Anda mungkin membayangkan, tak perlu lagi bangun pagi di jam tertentu, sarapan terburu-buru, duduk di ruang kerja, dan memulai pekerjaan dengan ceria.
Tetapi, pada kenyataannya tak selalu seindah yang dibayangkan, lho! Biasanya, seseorang justru harus bekerja lebih keras bila ia menekuni bisnisnya di rumah, dibandingkan bila bekerja di suatu perusahaan.
Memang, sih, bekerja di rumah akan memberi banyak keuntungan. Salah satunya, yang mendasari para ibu memilih menjalankan bisnis di rumah, adalah bisa dekat dengan anak. Nah, berikut ini sejumlah hal yang harus dipertimbangkan sebelum Anda mengambil keputusan bekerja di rumah.
1. Berapa Penghasilan Yang Diharapkan?
Sesudah menuliskan jumlah penghasilan yang diharapkan, tulis pekerjaan yang akan dilakukan di rumah dengan estimasi jumlah penghasilan yang akan diperoleh. Jangan lupa, perhitungkan pula tagihan telepon, listrik, dan peralatan lain yang digunakan jika memutuskan bekerja di rumah.
Lalu, bandingkan jumlah penghasilan tadi dengan jumlah penghasilan bila Anda bekerja di suatu perusahaan, sesuai dengan bidang yang dikuasai, lalu dikurangi uang transportasi dan uang makan yang harus Anda keluarkan.
2. Masih Perlukah Tambahan Fasilitas?
Pada umumnya, bekerja di rumah tak ada "benefit" seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Namun, tentu saja ada beberapa pengecualian.
3. Pekerjaan Yang Tersedia
Bila dipekerjakan sebagai tenaga lepas misalnya, Anda harus mengerti, perusahaan yang pemberi pekerjaan tak wajib selalu memberi pekerjaan. Ada masa sibuk dan masa tenang.
Selama masa sibuk, mungkin Anda akan bekerja sampai 40-50 jam per minggu dan pada masa tenang hanya bekerja 10 jam per minggu. Bila penghasilan menjadi sangat penting bagi kebutuhan rumah tangga, Anda harus betul-betul menyadari hal ini.
Mungkin karena faktor itu pula, banyak orang memilih bekerja lebih dari satu jenis pekerjaan di saat yang sama, karena bila pekerjaan yang satu sedang tidak padat, mereka dapat mengerjakan proyek/ pekerjaan lainnya.
4. Apa Yang Memotivasi?
Bila Anda termasuk tipe orang yang selalu harus diberi dukungan dan dorongan, maka bekerja di rumah akan terasa sangat sulit. Anda harus betul-betul disiplin pada pekerjaan. Apalagi di rumah, Anda akan menghadapi banyak godaan.
Jadi, sikap disiplin, konsisten, dan fokus pada jadwal dan jam kerja yang telah ditentukan sendiri, harus ditaati. Persis seperti bila Anda bekerja di suatu perusahaan.
5. Keberatankah Dengan Suasana Sunyi?
Suasana bekerja di rumah tak sama dengan suasana bila bekerja di suatu perusahaan yang memiliki banyak pegawai. Bekerja di rumah, bila tak bekerja sendiri, paling hanya dibantu 1-2 asisten. Bila Anda biasa bergaul dan tak tahan dengan rasa sepi, bekerja di rumah akan terasa sulit dan menyiksa.
Tak mudah bagi Anda untuk menyesuaikan diri. Namun, walau bagaimanapun, Anda bisa tetap menjalin hubungan dengan teman-teman dan bertemu secara berkala. Bisa juga chatting dengan teman-teman melalui internet.
(Bersambung)

 http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Wirausaha/Bekerja-Di-Rumah-Mengapa-Tidak-1

Bisnis di Rumah


Share
Keberhasilan pemilik bisnis rumahan di seluruh dunia dalam hal gaya hidup bisa dikatakan tidak ada taranya dibandingkan bekerja pada sebuah perusahaan manapun.
Ada beberapa manfaat yg diperoleh saat menjalankan bisnis di rumah :
Kepuasan pribadi
Hal ini mungkin merupakan manfaat yang paling besar. Ini lebih seperti perasaan hebat ketika bisa memiliki sebuah bisnis. Ada prestige. Akan menjadi lebih memuaskan, ketika bisa memberikan kebaikan untuk banyak orang.
Tidak ada jadwal harian
Tentu saja bekerja di rumah memiliki banyak kemudahan.Dengan menjalankan bisnis rumahan, kita tidak perlu melakukan perjalanan pulang pergi ke kantor. Tentu saja tidak perlu ada ongkos perjalanan yang kita keluarkan. Kita bisa mengatur dengan nyaman suasana kerja, maupun jam kerja yang kita inginkan.
Bos
Anda dapat menjadi bos atas diri anda sendiri. Sebagai bos, semua keputusan ada di tangan anda. Anda dapat menentukan sendiri jam kerja yang dipilih, penghargaan yang diberikan, hukuman yang didapat, usaha yang dikelola, dan terdapat total kontrol. Tentu saja hal ini menjadi impian banyak orang.
Seberapa berhasil sebuah bisnis rumahan, sangat tergantung pada seberapa keras usaha yang dilakukan pemiliknya. Pastinya, bisnis berbasis rumah akan lebih aman, karena kekuasaan ada pada pemilik usaha. Apakah mau dilanjutkan atau tidak, semua kembali pada diri kita.
Langkah pertama dalam memulai usaha ini adalah membuat rencana bisnis. Penting bagi Anda untuk memiliki rencana detail, apa yang Anda inginkan dari bisnis rumahan. Tetapkan tujuan Anda, dan berapa banyak uang yang telah Anda siapkan untuk berinvestasi? Bagaimana jadwal kerja Anda? Berapa banyak waktu yang akan Anda curahkan untuk bisnis setiap hari? Semua hal-hal ini harus Anda perjelas sebelum Anda menjalankan usaha ini.
Jenis bisnis rumahan seperti apa yang anda mulai? Apakah sesuai dengan hobi Anda atau memilih menjadi afiliasi produk tertentu? Ini semua tergantung pada modal yang Anda miliki, seperti apa jenis bisnis yang akan Anda mulai. Satu hal, pastikan Anda realistis!!
Itulah keuntungan dari berbisnis rumahan. Faktanya, antara membangunnya dan keuntungan yang didapatkan, keduanya sama-sama menyenangkan

http://ceritabijak.com/2011/07/bisnis-di-rumah/

Kerja Dari Rumah Serasa Bermain Saja Layaknya

Kerja Dari Rumah Serasa Bermain Saja Layaknya

February 21st, 2011 Bagi mereka yang telah mencintai gaya hidup satu ini Kerja Di Rumah maka rasanya bukan seperti bekerja melainkan bermain-main. Mostly setiap kita memang lebih senang bermain dibandingkan dengan bekerja bukan? Nah bagaimana kalau kita dapat memilih suatu pekerjaan yang menyenangkan, sehingga kita menjadi kuat berlama-lama tanpa terasa capek?. Yes, semuanya itu sangatlah mungkin ketika kita berhasil mencintai pekerjaan kita sepenuh hati. Yes, pastilah selain cinta juga suatu pekerjaan yang juga secara finansial bisa memberikan penghasilan yang bagus. Right?
I know, belum sangat banyak orang yang berhasil dengan pekerjaan yang bisa dilakukan mostly dari rumah ini, seperti: menjalankan bisnis online, internet marketing, web designer, bisnis website hosting, dan sebagainya. Pelajarilah lebih dalam strategi yang diperlukan dari berbagai sumber yang anda percaya sebagai bagus, alokasikan waktu dan tenaga untuk merintis, mengembangkan dan membuat infrastuktur anda berjalan otomatis, maka cepat atau lambat anda akan menikmati hasilnya.
Someday, saya doakan anda akan berhasil mencintai pekerjaan Anda khususnya pekerjaan2 yang dilakukan dari rumah seperti diatas, kemudian anda dapat merasakan kerja serasa bermain :)
Cari Informasi yang berhubungan dengan: Kerja Dari Rumah Serasa Bermain Saja Layaknya Atau cari juga di internet informasi dengan kata kunci ini: kerja di rumah, mencintai pekerjaan
http://kerjadirumah.net/kerja-dari-rumah-serasa-bermain-saja-layaknya
 
 

Sukses Bekerja di Rumah

Sukses Bekerja di Rumah Print E-mail
Dari hari ke hari semakin banyak ibu yang bekerja di rumah.  Fenomena ini memang lebih jelas terlihat peningkatannya di negara-negara maju. 

Tapi jangan salah! di Indonesia pun semakin banyak ibu berpendidikan tinggi yang memilih untuk bekerja di rumah. Simak selanjutnya tentang kiat sukses bekerja dirumah
Alasan yang paling mendasari ibu memilih opsi ini adalah tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyaksikan sendiri tumbuh kembang anak-anaknya.  Keuntungan lainnya dengan bekerja di rumah adalah tak perlu menghabiskan waktu dengan bermacet-macet untuk ke kantor.

Mungkin bagi sebagian ibu konsep bekerja di rumah ini adalah konsep yang ideal.  Bisa mengawasi anak-anak dan rumah tangga secara langsung, sekaligus menghasilkan uang.  Akan tetapi, sesungguhnya bekerja dari rumah juga menuntut tanggung jawab besar dan butuh komitmen yang tinggi.

Kunci untuk sukses bekerja di rumah sebenarnya hanya dua, yaitu kemampuan manajemen dan membuat prioritas.  Kalau tidak direncanakan dengan baik, prakteknya bisa berantakan.  Dengan strategi yang baik dan didukung sikap yang positif, Anda akan mampu bekerja dengan sangkil (efektif).

1. Be Realistic!
 




 
Salah satu ‘enaknya’ bekerja di rumah adalah Anda bisa bekerja sambil memakai daster atau berkaos oblong kesayangan (yang warnanya sudah super bluwek!!) plus celana pendek.  Tapi ketika sedang bernegosiasi dengan klien, Anda toh tetap harus professional.  Kenakan pakaian yang rapi dan pantas ketika bertemu dengan klien.  Dan jangan lupa untuk menyediakan kartu nama.  Ini penting! Agar klien (terlebih dengan calon klien) yakin bahwa meski dikerjakan di rumah, bisnis Anda ini serius.
 



 
Sebagian besar masyarakat kita mungkin belum memandang home-based business sama seperti mereka memandang bisnis pada umumnya.  Tak perlu berkecil hati.  Justru di bisnis ‘rumahan’ ini Anda bisa memberikan keunggulan atau nilai tambah kepada pelanggan.  Seperti memberikan sentuhan personal di setiap jasa yang Anda berikan ke pelanggan dan menanggapi dengan cepat setiap keluhan maupun permintaan dari pelanggan.
 


 
Sebelum memutuskan untuk bekerja di rumah, Anda harus tahu apa sebenarnya tujuan dan keinginan Anda.  Anda juga harus menyadari bahwa dengan bekerja di rumah, jumlah uang yang Anda hasilkan mungkin akan lebih sedikit daripada orang yang bekerja kantoran, karena ‘aturan main’ keduanya juga berbeda.
 


 
Lebih realistis lah dalam menetapkan target.  Anda bukan hanya menjalankan bisnis, tetapi pada saat yang sama juga ada rumah tangga (beserta anak-anak) yang harus diurus.  Keduanya berada pada lokasi yang sama pula.  Anda dituntut untuk disiplin dan fokus terhadap apa yang Anda lakukan.  Tetapi juga tak perlu memaksakan diri menjadi Super Mom.

2.  Ciptakan Suasana Kerja Agar Anda Lebih Bersemangat
 
Pastikan perlengkapan kerja Anda hanya digunakan oleh Anda sendiri.  Sebaiknya jangan berbagi dengan suami ataupun anak-anak.
 

 
Atur dan simpan dengan rapi semua dokumen dan lembaran-lembaran kertas yang berhubungan dengan pekerjaan Anda. Pastikan semua kertas-kertas tersebut hanya berada di ‘kantor’ atau ruang kerja Anda, jangan diletakkan di tempat/ruangan lain.
 

 
Sempatkan untuk membaca berbagai kisah sukses para wirausahawan atau buku-buku tentang pengembangan diri, untuk meningkatkan motivasi Anda dan memperoleh tips-tips yang sekiranya bermanfaat bagi usaha Anda.

3. Mengatur Waktu Sebaik Mungkin
 

 
Atur pekerjaan rumah tangga dengan baik agar Anda dapat ‘menghemat’ waktu. Misalnya, masak makanan dalam jumlah yang cukup untuk dua kali waktu makan (makan siang dan makan malam).
 

 
Berusahalah untuk menetapkan ‘jam kerja’ dan cobalah untuk mengikutinya sedisiplin mungkin.  Tapi Anda juga tak perlu terlalu kaku dengan ‘jam kerja’ tersebut.  Bila siang ini anak-anak tengah sangat membutuhkan Anda, mereka lah prioritas Anda.
 
Buat to do list harian baik untuk keperluan bisnis maupun rumah tangga.  Ini untuk memudahkan Anda mengatur waktu secara terstruktur.
 


 
Tidak ada salahnya menginvestasikan uang di peralatan elektronik yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga.  Misalnya, mesin cuci otomatis sekaligus pengering.  Memang lebih mahal.  Tapi kalau itu bisa menghemat waktu, sehingga Anda punya lebih banyak waktu untuk menghasilkan uang, mengapa tidak?
 


 
Salah satu kunci keberhasilan bekerja di rumah adalah time management skill.  Contohnya, belanja keperluan rumah tangga dijadwalkan pada hari dimana anak Anda les.  Setelah mengantar anak ke tempat lesnya, Anda langsung menuju toko swalayan.  Sekali keluar rumah, dua pekerjaan terselesaikan!

4.  Libatkan Keluarga
 

 
Dorong suami dan anak-anak (jika mereka sudah cukup besar) untuk membantu beberapa pekerjaan rumah tangga.  Selain mengajarkan anak untuk bisa mandiri, ini juga mengajarkan nilai-nilai tentang kerjasama antar anggota keluarga.
 

 
Jika anak Anda sudah cukup besar, ajari ia untuk menjawab telepon dengan sopan dan lugas.  Atau jika Anda memiliki anak-anak usia balita, sebaiknya letakkan telepon di tempat yang tak terjangkau oleh mereka.
 

 
Berdiskusi dengan suami tentang berbagai hal yang berhubungan dengan dunia usaha.  Selain bermanfaat untuk menambah wawasan, biasanya orang cenderung lebih senang memperoleh pendapat kedua dari orang yang ia percaya.

Pada dasarnya untuk membuat konsep bekerja di rumah ini berjalan lancar,  Anda harus menguasai ilmu tarik-ulur.  Dan itu akan Anda kuasai seiring dengan berjalannya waktu.  Yang paling penting adalah, selalu bersyukur atas apa yang telah Anda capai atau peroleh setiap harinya.  Bermain bersama batita Anda juga sama pentingnya dengan keberhasilan Anda bernegosiasi dengan klien. Jangan lupa, bahwa alasan Anda untuk bekerja di rumah adalah agar lebih dekat dengan si kecil, bukan?. (EG)
http://ibudananak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=140&Itemid=9

Ternyata bekerja di rumah menyenangkan


Saat masih kuliah
Waktu tersita untuk kuliah, membuat tugas-tugas, waktu sosialisasi terbatas. Saat itu berangan-angan…hmm…bagaimana ya rasanya kalau sudah bekerja dan punya uang sendiri.
Setelah bekerja
Setelah lulus, kesulitan utama adalah mencari pekerjaan yang cocok dan sesuai minat serta bakat kita. Inginnya sih, bekerja tak perlu ngoyo, dan masih punya waktu untuk meningkatkan kemampuan kita. Kenyataannya, sejalan dengan karir yang meningkat, waktu makin terbatas, kita harus pandai membagi waktu antara bekerja dan waktu untuk berkeluarga.
Kalau umur kita dibagi tiga, maka waktu bekerja adalah 2/3 dari umur kita. Dan waktu ini bersamaan dengan waktu kita harus mendidik anak, komunikasi dengan suami agar rumah tangga tetap berjaan baik, serta bagaimana agar pekerjaan kantor tetap berjalan lancar. Saat ini terbayang, bagaimana nantinya setelah mengalami masa tidak aktif bekerja, terbersit kekawatiran akan adanya rasa sepi serta rasa bosan menunggu waktu.
Setelah tidak aktif bekerja
Sepanjang waktu masih bekerja, kita sibuk menyiapkan dana dan kemampuan agar setelah tidak aktif bekerja, kita tidak mengalami kesulitan keuangan. Masalah yang sering dihadapi adalah bagaimana kita mengelola waktu setelah tidak aktif bekerja, menjadi kegiatan yang positif. Lima tahun sebelum saya bebas tugas, mantan atasan saya mengingatkan agar saya menyiapkan diri dan berusaha pindah jabatan ke unit yang tidak terlalu sibuk , yang selain menyita tenaga juga menyita pikiran. Syukurlah saya akhirnya dipindah ke unit yang lebih mengandalkan kemampuan berpikir secara konseptual, dan ternyata ini sangat berharga saat saya tidak aktif bekerja.
Bulan-bulan pertama tidak aktif bekerja (walaupun sebenarnya saya masih menjadi pengurus di suatu perusahaan, tetapi jam kerja lebih fleksibel), saya tidak merasakan kesulitan karena sibuk renovasi rumah yang akan ditinggali setelah tidak tinggal di rumah dinas. Setelah pindah rumah, ternyata beres-beres rumah memerlukan waktu yang lama, dan nggak selesai-selesai juga…syukurlah walau belum tertata rapi, tetapi rumah sudah layak ditinggali. Setelah rumah “agak beres”, saya mulai menghubungi teman-teman sekedar say hello, dan disinilah letak perlunya memiliki jejaring serta asah kemampuan selama ini. Di rumah, sambil mengerjakan laporan, saya mulai belajar ngeblog, menulis karangan, yang saat aktif bekerja tak mungkin dapat saya lakukan. Saya mencoba menata buku manajemen, finance, hukum, yang selama ini hanya menjadi acuan jika diperlukan. Ternyata banyak sekali buku di rumah yang bahkan belum pernah saya sentuh, apalagi di baca.
Tanpa diduga, di suatu hari mantan bos saya, yang sekarang menjadi salah satu Direktur di lembaga pendidikan menelepon, dan menanyakan apakah saya mau membantu beliau sebagai pengajar. Waktunya fleksibel, dan disesuaikan dengan kompetensi saya. Tentu saja saya antusias untuk bergabung…dan ternyata tugas pertama adalah mengajar di Aceh…..daerah yang selalu saya dambakan untuk suatu ketika dapat saya kunjungi. Saya percaya betapa Allah swt menyayangi saya, pada saat saya tidak aktif lagi bekerja, saya mendapat tawaran mengajar di wilayah tersebut.
Menjadi pengajar telah saya lakukan sejak tahun 1980, dimulai dengan mengajar yunior saya, diantara jam kerja. Sejak saya menjadi seorang manager, saya hanya kadang-kadang mengajar karena disibukkan oleh pekerjaan operasional, serta harus bepergian kedaerah. Namun mengajar adalah merupakan panggilan jiwa, karena ayah ibu seorang guru, jadi di saat-saat saya kunjungan ke daerah, pada malam hari sering diisi dengan diskusi, serta membahas apa yang kita lihat hari ini.
Sekarang waktu luang saya gunakan untuk menulis, membuat bahan ajar, serta membaca buku yang menumpuk di rumah dan selama ini tak sempat di baca. Ternyata, dengan kesibukan ini tak terasa waktu berjalan cepat dan saya merasa bahagia….Karena suami seorang dosen, pensiun masih 10 tahun lagi, dan anak-anak masih kuliah. Dengan ibu yang banyak waktu luang di rumah, kondisi rumah juga lebih rapih (:D)…serta anak-anak bisa curhat setiap saat…
http://edratna.wordpress.com/2007/04/21/ternyata-bekerja-di-rumah-menyenangkan/